Nissan Formula E kembali ke Sanya untuk tampil pada Sanya E-Prix, ronde 11 Kejuaraan Dunia ABB FIA Formula E musim 2025/26. Tim Jepang ini menatap putaran di Pulau Hainan setelah jeda lebih dari sebulan dan membawa momentum positif dari tiga podium di empat balapan terakhir, termasuk kemenangan Oliver Rowland di Monaco.

Oliver Rowland dan Norman Nato mengincar akhir musim yang kuat saat musim ke-12 memasuki tujuh balapan penentu. Kembalinya ke Sanya membawa kenangan bagi Rowland, sementara Nato akan menjajal sirkuit tersebut untuk pertama kali secara sungguhan setelah mempelajarinya lewat simulator.
Kembali ke Sanya setelah tujuh tahun
Sanya merupakan tuan rumah Formula E untuk pertama kalinya sejak musim 2018/19. Pada kunjungan itu, Rowland meraih pole position pertamanya di kejuaraan dan kemudian menyelesaikan balapan di posisi runner-up, sekaligus mencatat podium perdananya baik bagi dirinya maupun Nissan pada debut tim di ajang tersebut. Pengalaman itu menjadi salah satu kenangan positif yang dibawa tim ke Tiongkok.
Norman Nato belum pernah balapan di Sanya, tetapi catatan bagusnya di Tiongkok tetap menjadi modal. Driver asal Prancis ini pernah mengumpulkan poin pada dua kunjungan Formula E sebelumnya ke negara itu, termasuk meraih podium di Shanghai pada musim 10. Kedua pembalap berharap pengalaman tersebut membantu mereka dalam menghadapi tata lintasan yang sudah diubah sejak 2019.
Perubahan sirkuit dan peluang menyalip
Sirkuit Sanya kini sedikit diperpanjang, dari panjang 2,236 kilometer menjadi 2,52 kilometer. Perubahan paling kentara terjadi pada paruh pertama lintasan, dengan tambahan satu tikungan pada pembukaan. Dua trek lurus panjang beruntun diprediksi menjadi titik utama untuk melakukan manuver menyalip, sehingga memunculkan potensi duel panjang antar pembalap.
Selain penambahan tikungan, beberapa sektor mengalami revisi profil, seperti perombakan pada Turn 11 dan perubahan pada Sector 1. Kondisi permukaan yang bergelombang pada beberapa bagian lintasan juga diperkirakan akan menambah tantangan teknis bagi pembalap dan strategi tim, terutama terkait pengelolaan energi dan temperatur baterai.
Target Nissan Formula E dan strategi tim
Tim tiba di China dengan kepercayaan diri usai meraih hasil kuat di Berlin dan kemenangan di Monaco. Tommaso Volpe, Managing Director dan Team Principal, menyatakan tim fokus menjaga performa tinggi selama periode padat balapan di negeri tersebut. Ia menekankan pentingnya eksekusi sempurna karena kompetisi di papan atas berlangsung sangat ketat.
Oliver Rowland menyebut putaran akhir musim ini sebagai momen penting untuk mempertahankan ritme positif. Ia juga menyinggung pengujian GEN4 yang dijalani sejak event terakhir, sekaligus menilai sirkuit Sanya relatif singkat dan menantang akibat kondisi permukaan. Sementara Norman Nato menyoroti faktor cuaca panas dan strategi sebagai kunci: pengelolaan energi dan suhu baterai akan menentukan kekuatan selama E-Prix.
Jadwal akhir pekan dan persiapan on-track
Jadwal akhir pekan dimulai dengan sesi Free Practice 1 pada Jumat pukul 16:30 waktu setempat (UTC+8), diikuti Free Practice 2 pada Sabtu pukul 08:30. Sesi kualifikasi dijadwalkan pukul 10:40, sebelum balapan dimulai pada pukul 15:05 untuk ronde ke-11. Karena Sanya hanya menyajikan satu balapan (single-header), penting bagi tim dan pembalap untuk mencapai kecepatan optimal sejak sesi latihan pertama.
Sam Bird, pembalap cadangan dan pengembang, mengingatkan tantangan khas Sanya seperti pasir dan debu yang sempat memengaruhi sesi kualifikasi pada 2019. Namun, ia memperkirakan manuver menyalip tahun ini akan lebih banyak terjadi di bagian akhir lap, terutama pada hairpin Turn 9 dan dua tikungan terakhir.
Kemitraan dengan Dongfeng Nissan di event China
Untuk ronde ini dan rangkaian gandanya di Shanghai bulan depan, Nissan bekerja sama dengan usaha patungan di Tiongkok, Dongfeng Nissan. Kerja sama ini tidak hanya menampilkan branding Dongfeng Nissan pada mobil balap, baju balap, dan garasi tim, tetapi juga menghadirkan aktivitas bagi penggemar yang menampilkan lini kendaraan listrik Nissan.
Volpe menegaskan pentingnya pasar Tiongkok bagi Nissan dan menyatakan kolaborasi dengan Dongfeng Nissan menjadi kesempatan ideal untuk menampilkan teknologi EV inovatif tim. Aktivasi yang disiapkan juga dimaksudkan untuk memberi pengalaman acara motorsport global kepada penggemar lokal di setiap kota penyelenggara.
Dengan tiga balapan berturut-turut di Tiongkok, Nissan Formula E berusaha mempertahankan momentum dan terus bersaing di papan atas klasemen sampai akhir musim. Tekanan, perubahan sirkuit, dan variabel cuaca menjadi paket tantangan yang harus diatasi tim demi hasil terbaik di Sanya.
