Bezzecchi rekor langsung menjadi sorotan pada sesi pembukaan di Silverstone setelah catatan waktunya menyingkirkan rekor lama dengan torehan 1:56.280. Hasil itu membuat pembalap Italia tersebut tampil sebagai yang tercepat pada hari pertama, sekaligus menjadi pria yang harus dikalahkan menjelang balapan.

Keberhasilan itu menimbulkan kontras kuat mengingat Bezzecchi baru saja menjalani operasi selangka kiri setelah cedera yang didapat di Sachsenring sekitar sebulan sebelumnya, dan baru menerima lampu hijau dari tim medis pada Kamis sebelum sesi. Meski begitu, kondisi fisik yang belum pulih sepenuhnya tetap menjadi kekhawatiran bagi sang pembalap.
Bezzecchi Rekor dalam Sorotan Publik
Dalam sesi kualifikasi, Bezzecchi mampu menorehkan waktu 1:56.280, unggul 0,335 detik atas rival terdekatnya, Raúl Fernández. Pencapaian itu juga menempatkan Bezzecchi jauh di depan kedua saudara Márquez, yang terpaut lebih dari tujuh persepuluh detik. Perlu dicatat bahwa Álex Márquez sempat menjadi yang tercepat pada sesi pagi, namun akhirnya tergeser oleh laju impresif Bezzecchi.
Operasi selangka dan izin medis
Setelah kecelakaan di Sachsenring, Bezzecchi harus keluar dari jadwal dan menjalani operasi pada selangka kirinya. Proses pemulihan berjalan intensif, dan pada Kamis sebelum balapan ia baru saja menerima pengesahan dari tim medis kejuaraan untuk kembali tampil. Kembalinya Bezzecchi ke lintasan dan sekaligus memecahkan rekor menegaskan kemampuan teknisnya, meski kondisi fisik masih terpengaruh akibat cedera.
Beban cedera lutut yang lebih rumit
Di luar masalah selangka, yang menurutnya merupakan cedera yang lebih mudah diidentifikasi, Bezzecchi menjelaskan bahwa luka pada lutut ternyata lebih rumit daripada yang diperkirakan awalnya. “Memang benar patah pada selangka itu adalah selangka, tetapi luka pada lutut sangat rumit. Saat mereka membuka, mereka melihat bahwa tulang juga mengalami kerusakan, dan itu lebih sulit dari yang sepertinya dipikirkan pada awalnya,” ujarnya mengungkapkan sejauh mana kondisi cedera yang ia alami.
Akibat kerusakan pada lutut tersebut, pembalap asal Italia itu mengakui masih merasakan rasa sakit yang membatasi performanya, terutama saat harus mempertahankan ritme balapan lebih dari beberapa putaran. Ia mengatakan bahwa setelah empat atau lima putaran ia mulai merasa sangat kesulitan, meskipun satu putaran cepat masih bisa dicapai.
Kekhawatiran jelang balapan penuh
Bezzecchi berujar bahwa kondisi lututnya mengandung masalah struktural: ada bagian tulang yang hilang dan lututnya penuh cairan, sehingga pembatasan gerak dan rasa nyeri tetap menjadi isu. “Setidaknya saya cepat; setidaknya saya punya rekor lintasan untuk sehari. Batasan terbesar adalah lutut; di rumah saya sangat menderita,” katanya.
Ia juga mengakui perbedaan antara kemampuan untuk menorehkan satu putaran cepat dan menjaga ritme selama lomba penuh. Dengan nada jujur, Bezzecchi menyatakan harapannya untuk bisa menyelesaikan kedua balapan yang dijadwalkan, namun ia tidak menutup kemungkinan membutuhkan bantuan fisik untuk naik ke motor saat hari lomba. “Saya berharap bisa menyelesaikan kedua balapan. Saya akan mencoba istirahat sebanyak mungkin, bersama fisioterapis, tetapi mungkin besok mereka harus membantu saya naik ke motor. Rasa sakit di lutut masih ada, karena ada kekurangan sedikit tulang. Selain itu, batasannya besar karena penuh cairan,” ujarnya.
Kondisi itu memberi dimensi lain pada pencapaian Bezzecchi: meskipun mencatatkan rekor lintasan, ia tetap menghadapi ketidakpastian terkait kemampuannya untuk mempertahankan kecepatan selama durasi lomba. Tim medis dan staf fisioterapis pun dipastikan akan memainkan peran krusial dalam memfasilitasi pemulihan dan kesiapan fisik menjelang balapan.
Dengan rekor lap yang ia pegang setidaknya untuk hari itu, Bezzecchi tidur sebagai target yang harus dikejar oleh pembalap lain di Silverstone. Namun, gambaran utuh atas peluangnya untuk bertarung di puncak klasemen dalam kondisi cedera ini baru akan terlihat setelah sesi balapan berlangsung dan sejauh mana ia mampu mengelola rasa sakit serta keterbatasan fisik di lintasan.
