Sean Gelael gagal meraih poin pada putaran keempat GT World Challenge Europe Endurance Cup 2026 yang berlangsung di Sirkuit Nurburgring, Minggu (30/8/2026) malam WIB. Mobil AF Corse bernomor 50 yang dikendarai Sean bersama Lilou Wadoux dan Arthur Leclerc tidak mampu bersaing sejak awal dan harus rela menyudahi balapan tanpa angka.

Hasil buruk di sesi kualifikasi membuat trio pembalap tersebut memulai lomba dari posisi ke-17. Posisi awal yang kurang menguntungkan itu menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan balapan yang bagi tim berakhir kurang memuaskan.
Kekecewaan Sean Gelael dan AF Corse
Start dari urutan ke-17 menyulitkan upaya AF Corse #50 untuk menembus posisi penghitung poin. Dengan medan yang menuntut performa mobil dan strategi, tim tidak berhasil menemukan ritme yang diperlukan untuk memperbaiki posisi secara signifikan sepanjang durasi lomba. Akibatnya, peluang meraih poin pada putaran ini sirna bagi Sean Gelael dan rekan setimnya.
Kegagalan meraih poin tentu menjadi pukulan bagi rombongan pembalap dan kru. Meski durasi balapan memberi kesempatan bagi tim untuk melakukan adaptasi, kenyataannya performa mobil di lintasan Nurburgring pada akhir pekan itu tidak menunjukkan konsistensi yang diharapkan.
Kualifikasi yang Menentukan
Pencapaian di grid awal sangat menentukan jalannya balapan di Endurance Cup, dan hasil kualifikasi yang kurang memuaskan menjadi titik balik bagi upaya AF Corse #50. Awal yang tertinggal membuat tim harus mengejar dari posisi sulit, sementara lawan-lawannya yang lebih depan mampu mengendalikan ritme lomba dengan lebih efektif.
Start dari luar posisi poin memaksa tim untuk mengambil risiko demi mendongkrak posisi, namun risiko itu tidak membuahkan hasil yang cukup untuk mengamankan poin. Faktor kualifikasi kemudian menjadi sorotan utama terkait kinerja tim sepanjang akhir pekan lomba.
Performa Ferrari di Nurburgring
Tidak hanya mobil bernomor 50 yang tampil kurang kompetitif, AF Corse juga menurunkan mobil bernomor 51 yang kali ini hanya mampu menuntaskan balapan di posisi ke-14. Catatan jarak akhir menunjukkan bahwa AF Corse #51 finis sekitar satu menit tertinggal dari pemenang lomba, tim Comtoyou Racing #7.
Kendati AF Corse #51 sempat meraih hasil positif sebelumnya—mencatat finis ketiga pada seri di Belgia dua bulan lalu—hasil di Nurburgring menunjukkan ada ketidakkonsistenan performa antara putaran-putaran musim ini. Perbedaan hasil itu menegaskan tantangan yang dihadapi tim dalam menyeimbangkan kecepatan mobil, setelan, dan kondisi lintasan yang berubah-ubah.
Tinjauan dan Tantangan ke Depan
Hasil di Nurburgring menjadi bahan evaluasi bagi seluruh elemen tim. Baik dari sisi pengerjaan mobil, persiapan kualifikasi, maupun adaptasi strategi balap, AF Corse akan menghadapi pekerjaan rumah untuk memperbaiki performa pada putaran selanjutnya. Kegagalan meraih poin di Jerman memperlihatkan betapa rapuhnya margin antara sukses dan kegagalan di balapan ketahanan tingkat tinggi ini.
Bagi pembalap, termasuk Sean Gelael, akhir pekan ini menjadi momen untuk menganalisis kembali pendekatan balap dan kolaborasi dengan kru. Sementara bagi tim teknis, data dari Nurburgring bakal menjadi acuan penting untuk penyesuaian setelan dan pengembangan ke depan. Harapannya, pembelajaran dari putaran ini akan diterapkan demi hasil yang lebih baik pada seri-seri berikutnya.
Balapan di Nurburgring menegaskan bahwa pada level kompetisi internasional, konsistensi dan kesiapan pada setiap sesi—khususnya kualifikasi—memainkan peran krusial. AF Corse kini harus menata ulang strategi untuk mengatasi kekurangan yang terlihat dan kembali bersaing di zona poin pada kesempatan selanjutnya.
