Awal paruh kedua musim MotoGP diwarnai hasil yang jauh dari harapan bagi tim pabrikan Ducati di Silverstone. Ducati Silverstone mengalami akhir pekan yang mengecewakan karena semua motor pabrikan menghadapi masalah, terutama degradasi ban belakang lunak yang terasa sangat signifikan pada hari Sabtu.

Dalam evaluasinya setelah balapan, direktur umum Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, menyebutkan bahwa itu adalah “fin de semana mediocre” yang harus dilupakan sambil tetap mengambil pelajaran yang perlu. Hasil akhir di sirkuit Inggris hanya menghasilkan 10 poin untuk tim: satu poin dari sprint dan sembilan poin dari balapan utama, semua dikumpulkan oleh Marc Márquez yang finis di posisi ketujuh.
Tanggapan Gigi Dall’Igna soal Ducati Silverstone
Dall’Igna mengakui bahwa tim tak pernah benar-benar berada dalam pertarungan untuk podium baik sejak sesi kualifikasi hingga balapan. Menurutnya, ada beberapa alasan mengapa ritme kompetitif tak muncul, dan tim terus kekurangan sentuhan yang tepat dengan motor sepanjang akhir pekan.
Meski menilai keadaan itu sebagai sesuatu yang tidak terlalu “khawatir”, Dall’Igna menekankan perlunya segera membalik halaman dan bekerja memperbaiki hal yang diperlukan. Ia menggarisbawahi bahwa hasil di Silverstone sangat berbeda dibandingkan penampilan Ducati pada balapan sebelumnya di Jerman, bahkan berlawanan arah, sehingga tim harus menuntaskan evaluasi teknis dan mental tanpa berlarut pada kekecewaan.
Performa pembalap dalam balapan
Marc Márquez sempat mengawali balapan dengan kuat dan berada di posisi yang mendekati podium selama bagian awal lomba, namun perlahan kehilangan posisi hingga akhirnya finis ketujuh. Dall’Igna mencatat bahwa Márquez tidak mampu mengikuti ritme pembalap terbaik, dan bahwa sesi kualifikasi yang kurang beruntung—terganggu oleh bendera kuning pada upaya terakhirnya—memengaruhi keseluruhan akhir pekan sang pembalap.
Pecco Bagnaia mengalami akhir pekan yang lebih buruk: setelah hanya mampu menempati urutan ke-17 di sprint, ia mengalami kecelakaan pada hari Minggu dan gagal menyelesaikan balapan. Dall’Igna memilih tidak memperpanjang komentar soal Bagnaia selain menyebut ini sebagai akhir pekan yang harus dilupakan, dan menyinggung bahwa karakter sirkuit Inggris bukan yang paling cocok untuknya pascaoperasi pada lengan bawah—tanpa mencari alasan sebagaimana diungkapkan tim.
Catatan untuk pembalap lain
Di sisi lain, Álex Márquez memberikan hasil terbaik untuk Ducati pada akhir pekan tersebut. Dall’Igna memuji kematangan serta determinasi Álex yang mampu menjaga perlombaan tetap hidup untuk tim; sebuah kesalahan di pertengahan balapan kemungkinan menghalanginya untuk berebut podium, namun performanya tetap menjadi sorotan positif di tengah minggu yang sulit.
Fabio Di Giannantonio juga mendapat pujian karena kembali mengumpulkan poin dan menunjukkan konsistensi yang penting secara mental. Dall’Igna menilai pencapaian Di Giannantonio sebagai sumbangan berharga untuk musimnya dan relevan dalam konteks klasemen dunia yang masih sangat terbuka dan sulit diprediksi.
Masalah teknis dan langkah selanjutnya
Masalah utama yang mengganggu Ducati di Silverstone adalah degradasi ban belakang pada kompon lunak, yang terasa tajam terutama pada sesi Sabtu. Semua motor pabrikan terdampak oleh kondisi ini, namun motor-motor tim yang berwarna merah terpantau paling dirugikan. Dall’Igna menegaskan bahwa tim harus menarik kesimpulan teknis dari apa yang terjadi tanpa terjebak pada hasil di sirkuit Inggris.
Prioritas tim sekarang, menurut Dall’Igna, adalah mengembalikan semangat yang dimiliki sebelum jeda musim panas dan bekerja habis-habisan untuk memperbaiki performa. Ia juga mengingatkan bahwa masih ada banyak balapan tersisa dalam kalender, sehingga penting bagi tim untuk siap saat peluang yang lebih menguntungkan datang.
Pandangan optimis meski sulit
Meski akhir pekan di Silverstone berlangsung kurang baik, nada Dall’Igna tetap optimis dalam menatap sisa musim. Ia menegaskan bahwa di kejuaraan seketat MotoGP, keberhasilan akan berpihak pada mereka yang mampu merespons tantangan pada hari yang sulit. Pernyataan penutupnya mengajak semua elemen tim untuk bangkit dan siap menghadapi kesempatan berikutnya.
Hasil di Silverstone menjadi pengingat bahwa setiap sirkuit dapat menghadirkan rintangan berbeda, dan bahwa konsistensi serta kesiapan teknis dan mental akan menjadi kunci untuk kembali ke jalur perolehan podium. Ducati akan membawa evaluasi ini ke seri-seri berikutnya dengan harapan hari-hari lebih baik segera tiba.
