Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menyambut baik rencana pemerintah memberikan insentif bagi satu juta unit motor listrik yang diproduksi di dalam negeri. Pernyataan dukungan ini disampaikan oleh pimpinan asosiasi melalui keterangan resmi yang dirilis dari Jakarta.

Rencana insentif untuk motor listrik tersebut menjadi sorotan setelah diumumkan sebagai bagian dari kebijakan yang diarahkan pada pengembangan kendaraan listrik. Aismoli menyatakan sikap positif terhadap inisiatif itu, menegaskan bahwa asosiasi mendukung upaya pemerintah untuk mendorong produksi kendaraan listrik lokal.
Respons Aismoli terhadap rencana motor listrik
Aismoli secara resmi menyambut rencana insentif tersebut dan menilai inisiatif itu relevan bagi upaya memperkuat produksi motor listrik di dalam negeri. Pernyataan itu ditekankan dalam rilis yang disampaikan oleh organisasi sebagai tanggapan atas pengumuman mengenai target satu juta unit motor listrik yang diproduksi secara lokal.
Dalam keterangan yang beredar, Aismoli menegaskan pentingnya koordinasi antara pelaku industri dan pihak terkait untuk menanggapi kebijakan tersebut. Asosiasi menilai bahwa pembicaraan mengenai insentif perlu dilanjutkan dengan dialog teknis agar implementasinya sesuai dengan kondisi produksi dan kapasitas industri dalam negeri.
Pernyataan Sekretaris Jenderal
Sekretaris Jenderal Aismoli, Hanggoro, disebutkan memberikan keterangan terkait sikap asosiasi terhadap rencana insentif tersebut. Dalam rilis resmi, Hanggoro mengonfirmasi bahwa Aismoli menyambut baik langkah pemerintah dan menyatakan posisi asosiasi mengenai kebijakan itu.
Baca juga: Indonesia Automotive Awards 2026, Angela Tanoesoedibjo Ungkap Peran Besar Industri Otomotif
Keterangan yang disampaikan Hanggoro menekankan dukungan organisasi terhadap kebijakan yang ditujukan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik. Pernyataan tersebut merepresentasikan posisi asosiasi sebagai wadah pelaku industri sepeda motor listrik di Indonesia.
Aspek produksi dan penyesuaian industri
Dalam rilisnya, Aismoli menyoroti perlunya penyesuaian di tingkat produksi untuk menjawab kebijakan insentif. Asosiasi menilai bahwa langkah-langkah kebijakan sebaiknya memperhatikan kesiapan produksi lokal agar target satu juta unit dapat dikejar secara realistis.
Menurut keterangan yang dirilis Aismoli, sinergi antara produsen, pemasok komponen, dan pemangku kepentingan terkait menjadi penting untuk menjawab kebutuhan produksi massal motor listrik. Asosiasi menggarisbawahi bahwa kebijakan insentif perlu diikuti langkah-langkah teknis yang jelas agar dukungan pemerintah dapat diimplementasikan efektif.
Langkah lanjutan dan harapan asosiasi
Aismoli menyampaikan harapan agar rencana insentif dapat dilanjutkan dengan mekanisme yang transparan dan terukur. Dalam pernyataan resmi, asosiasi berharap pembahasan teknis antara pemerintah dan pelaku industri dapat berjalan untuk merumuskan detail pelaksanaan insentif tersebut.
Asosiasi juga menegaskan kesiapan untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menyikapi kebijakan itu. Aismoli menaruh perhatian pada proses penyusunan aturan pelaksana agar kebijakan insentif dapat memberikan manfaat sesuai tujuan yang diharapkan.
Pernyataan Aismoli ini mempertegas posisi asosiasi sebagai salah satu pihak yang menanggapi secara serius rencana kebijakan pemerintah terkait kendaraan listrik. Rincian lebih lanjut mengenai mekanisme dan jadwal pelaksanaan insentif diharapkan akan diumumkan oleh pihak berwenang seiring dengan proses pembahasan kebijakan.
